Langsung ke konten utama

Postingan

Perkembangan Hadis Pada Masa Rasulallah SAW

Periode ini disebut ‘Ashr Al-Wahyi wa At-Taqwin. (masa turunya wahyu dan pembentukan mayarakat islam). Pada periode ini hadis lahir berupa sabda (aqwal), af’al dan taqrir nabi yang berfngsi menerangkan Al-Qur’an untuk menegakkan syariat islam dan membentuk masyarakat islam. Penerimaan hadis yang diperoleh dari sahabat ada yang langsung dan tidak langsung. Yang langsung, saat nabi memberi ceramah, pengajian, khotbah, atau penjelasan terhadap pertanyaan para sahabat. Penerimaan secara tidak langsung, mendengar dari sahabat yang lain atau dari utusan-utusan, baik dari utusan yang dikirim oleh Nabi ke daerah-daerah atau utusan daerah yang datang kepada Nabi. Kepandaian baca tulis sahabat pada masa itu terbatas. Karena kecakapan baca tulis dikalangan sahabat masih kurang, maka nabi menekankan pada sahabat untuk menghapal, memahami, memelihara, mematerikan, dan menetapkan hadis dalam amalan sehari-hari, serta mentablighkanya kepada orang lain. Tidak ditulisnya hadis bukan berarti tida...

Sejarah Perkembangan Hadis

Sejarah perkembangan hadis merupakan masa atau periode yang telah dilalui oleh hadis dari masa lahirnya dan tumbuh dalam pengenalan penghayatan, dan pengenalan umat dari generasi ke generasi. Degan memperhatikan masa yang telah dilalui nabi hadis sejak masa timbulnya atau lahirnya di zaman nabi SAW. para ulama muhaditsin membagi sejarah hadis dalam beberapa periode. Ada yang membagi dalam tiga periode, lima periode, dan tujuh periode. Menurut M. Hasbi Asy-Shidieqy membagi perkembangan hadis menjadi tujuh periode, sejak periode Nabi SAW. hingga sekarang sebagai berikut. 1.         Periode pertama, perkembangan Hadis pada masa Rasulallah SAW 2.         Periode kedua, perkembangan hadis pada masa Khulafa’ Ar-Rasyidin (11 H - 40 H) 3.         Periode ketiga, perkembangan pada masa sahabat kecil dan Tabi’in 4.         Periode keempat, perkemb...

Al-Qur’an Sumber Pertama dan Utama.

Al-Qur’an adalah kitab Allah yang terakhir, sumber asasi islam yang pertama, kitab kodifikasi firman Allah SWT kepada manusia di atas bumi.Al-Qur’an diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dalam rentang waktu 22 Tahun, 2 bulan, 22 hari. Terdiri atas 30 juz, 114 surat ( dimulai dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Nas ), 6240 ayat atau 6360 ayat (bila setiap ayat bismillah pada awal setiap surat dihitung), berisi petunjuk ilahi yang abadi untuk manusia, untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.

Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur'an

Al-Qur’an sebagai sumber ajaran pertama memuat ajaran-ajaran bersifat umum (global), yang perlu dijelaskan lebih spesifik. Hadis menduduki dan menempati fungsinya sebagai sumber ajaran kedua setelah AL-Qur’an. Ia menjadi penjelas ( mubayyin ) isi AL-Qur’an. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT. “ keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan .(Q.S AN-Nahl [16]:44)”.    Dalam hubunganya dengan Al-Qur’an, hadis berfungsi sebagai penafsir, pensyarah, dan penjelas dari ayat-ayat Al-Qur’an tersebut. Apabila disimpulkan tentang fungsi hadis dalam hubungan dengan Al-Qur’an adalah sebagai berikut. 1.       Bayan At-Tafsir Adalah menerangkan ayat-ayat yang sangat umum, mujmal, dan musytarak. Fungsi hadis dalam hal ini adalah memberikan perincian ( tafshil ) dan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur’an...

Kedudukan Hadis

Al-Qur’an merupakan dasar hukum pertama, yang didalamnya berisi garis besar syariat, dan hadis sendiri merupakan dasar hukum kedua yang didalamnya berisi penjabaran dan penjelasan Al-Qur’an. Artinya keduanya memliki keterkaitan yang erat, yang satu dengan yang lain tidak bisa dipisah-pisahkan dan berjalan sendiri-sendiri.

Pengertian Sunnah, Khabar dan Atsar

pengertian sunnah, khabar dan atsar sebagai berikut : 1.     Sunnah Sabda Nabi Muhammad SAW, “ Barang siapa merintis dalam islam suatu jalan yang baik, ia memperoleh pahala jalan baik itu dan pahala orang yang melakukanya sesudah dirinya, tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka. Dan barang siapa merintis dalam islam suatu jalan yang buruk, ia akan menerima dosa jalan buruk itu dan dosa orang yang mengerjakan sesudah darinya, tanpa mengurangi sedikitpun dosa mereka (H.R Muslim) ”.

Sufi Nusantara Sunan Kalijaga

Sunan kalijaga dikenal dengan dewan ulama pada masa itu yang sering kita katakan Wali Songo, dengan berbagai interpretasi yang berbeda beda, kata wali yang berarti orang yang memiliki kedudukan yang mulia di sisi allah SWT. sedangkan kata songo, kalau dari bahasa arab sana yang artinya mulia. Ada juga yang menafsirkan karena jawa dahulu kental dengan tradisi hindu, maka dikatakan sangha yang artinya padepokan atau tempat berkumpulnya para wali, berarti songo disini tidak ada hubunganya dengan jumlah, walaupun banyak kontroversi kontroversi tentang penafsiran arti songo itu sendiri. Jasa wali songo yang paling besar adalah mengislamkan tanah jawa, islam masuk ke Indonesia dalam banyak catatan di abad ke tujuh, dari abad ke tujuh sampai abad ke dua belas kuantitasnya sangat sedikit, setelah abad ke dua belas muculnya para Wali islam agak massif di tanah jawa, dan 90% masyarakat jawa bisa dikatakan muslim dengan strategi dakwah yang dilakukan oleh para wali. Sunan Kalijaga ini um...