Periode ini disebut ‘Ashr Al-Wahyi wa At-Taqwin. (masa turunya wahyu dan pembentukan mayarakat islam). Pada periode ini hadis lahir berupa sabda (aqwal), af’al dan taqrir nabi yang berfngsi menerangkan Al-Qur’an untuk menegakkan syariat islam dan membentuk masyarakat islam. Penerimaan hadis yang diperoleh dari sahabat ada yang langsung dan tidak langsung. Yang langsung, saat nabi memberi ceramah, pengajian, khotbah, atau penjelasan terhadap pertanyaan para sahabat. Penerimaan secara tidak langsung, mendengar dari sahabat yang lain atau dari utusan-utusan, baik dari utusan yang dikirim oleh Nabi ke daerah-daerah atau utusan daerah yang datang kepada Nabi. Kepandaian baca tulis sahabat pada masa itu terbatas. Karena kecakapan baca tulis dikalangan sahabat masih kurang, maka nabi menekankan pada sahabat untuk menghapal, memahami, memelihara, mematerikan, dan menetapkan hadis dalam amalan sehari-hari, serta mentablighkanya kepada orang lain. Tidak ditulisnya hadis bukan berarti tida...
informasi materi kuliah, diskusi dan lain-lain Manajemen Pendidikan Islam Reguler A